Pernikahan Adat Jawa

Thepotomoto Photography

Indonesia terkenal akan kekayaan budaya dan adat istiadatnya, hal tersebut dapat tercermin dengan mudah dalam pernikahan adat jawa yang cukup njilimet dan membutuhkan proses panjang. Namun itu semua diyakini memiliki nilai filosofis dan mengandung kesakralan dalam suatu pernikahan adat jawa. Di lain sisi, kerumitan prosesi pernikahan tersebut menjadi daya tarik yang besar bagi fotografer wedding. Semakin unik pesta pernikahan itu maka semakin banyak pula kesempatan fotografer wedding untuk mengabadikan foto-foto indah yang merekam perjalanan sang pengantin menempuh kehidupan barunya.

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum mengadakan pernikahan adat jawa, pihak calon pengantin pria harus terlebih dahulu meminang orang tua pihak pengantin wanita. Apabila sudah diterima maka kedua pihak dapat membicarakan waktu pelaksanaan pesta pernikahan adat jawa. Tidak mudah menentukan tanggal, karena dalam adat jawa mereka harus menyesuaikan dengan weton atau hari lahir berdasarkan perhitungan jawa. Setelah itu barulah mereka dapat menentukan tanggal upacara lainnya dan kemudian bisa didiskusikan kebutuhan akan fotografer weddingkarena fotografer wedding Memiliki tugas lebih dibandingkan fotografer pernikahan pada umumnya, mereka juga harus mendokumentasikan upacara lainnya seperti: peningsetan, siraman, midodareni, panggih, resepsi dll.

Thepotomoto Photography

Upacara yang hampir selalu diambil gambarnya oleh fotografer wedding sebelum diadakannya pernikahan adat jawa adalah prosesi siraman. Upacara ini dilaksanakan sehari sebelum pernikahan adat jawa. Pada saat itu calon pengantin wanita akan terlihat sangat cantik dengan memakai kain batik motif grompol dan ditutupi tubuhnya dengan kain batik motif nagasari sambil disiram dengan air kendi oleh kedua orang tua dan beberapa orang lainnya yang sudah sepuh. Moment tersebut tidak akan pernah terlewati oleh kamera fotografer wedding. Setelah itu calon pengantin wanita akan dipersiapkan untuk upacara ngerik di dalam kamar sambil kemudian diberikan nasihat-nasihat berharga oleh ibu-ibu saat midodaren. Sementara  itu diluar kamar dilaksanakan acara peningsetan  atau srah-srahan dari orangtua dan keluarga calon pengantin pria kepada orang tua calon pengantin perempuan.

Thepotomoto Photography

Keesokan harinya tibalah hari puncak pesta pernikahan adat jawa. Dimulai dengan akad nikah yang dicirikan oleh fotografer wedding dengan foto kedua pengantin saat membacakan janji suci mereka dan penukaran cincin kawin serta penyerahan mas kawin yang menandai telah disetujui dan disahkannya pernikahan. Beberapa jam kemudian kedua pihak pengantin akan bertemu berhadap-hadapan di pintu depan dalam prosesi temu penganten dilanjutkan dengan balangan suruh dengan melemparkan daun sirih sebagai simbol kebahagiaan dan bertemunya dua hati. Lalu sang pengantin pria akan menginjak telur ayam kampong sampai pecah, dan dibersihkan serta dibasuh dengan air kembang oleh pengantin wanita. Setelah itu mereka melaksanakan ritual tampa kaya sambil bergandengan tangan serta dhahar klimah dengan saling menyuapi. Dilanjutkan dengan orang tua pengantin wanita yang menjemput orang tua pengantin pria atau yang biasa disebut mapag besan, hingga akhirnya upacara yang paling membuat haru dan paling diburu oleh para fotografer wedding Upacara sungkeman. Setelah melalui prosesi yang panjang itulah pasangan pengantin ini akan diberikan ucapan selamat oleh para tamu undangan dalam resepsi pernikahan adat jawa yang telah sukses mereka lewati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s