Asal Mula Foto Prewedding

10489853_317453691750471_8449075711496480132_n

1069416_195138143982027_505911893_nBagi sebagian orang yang sudah beranjak dewasa atau istilahnya sudah siap berumahtangga, namun tidak memiliki pasangan alias kekasih, mendapat pertanyaan kapan akan melangsungkan pernikahan? mungkin bisa membuat jengkel dan kesal. Tapi coba lontarkan pertanyaan itu kepada individu dewasa yang sudah memiliki belahan hati, pasti mereka menjawab dengan senang hati.

Bagi yang sudah siap melangsungkan pernikahan pastinya harus mempersiapkan banyak hal, antara lain mulai dari kartu undangan, biaya gedung, katering serta melakukan sesi foto prewedding. Bicara soal foto prewedding, tidak semua calon pengantin melakukan foto prewedding tetapi di era sekarang sudah banyak yang “mewajibkan” melakukan pemotretan foto prewedding sebelum mengucap ijab kabul atau tidak afdol rasanya jika resepsi pernikahan tidak ada foto prewedding. Biaya foto prewedding tidak akan menjadi soal sulit bagi mereka yang mempunyai dana tapi hal itu akan sukar dilakukan buat mereka yang punya dana yang minim. Bila ingin memaksakan melakukan foto prewedding tapi punya dana yang minim, mungkin solusinya bisa mencari –cari informasi seputar penyedia jasa fotogfari prewedding yang murah tetapi ingat kualitas tetap harus diperhatikan. Bagi Anda yang hendak melangsanungkan pernikahan, terutama yang bermukim di Jakarta bisa mencari infomasi seputar Prewedding Photography Jakarta murah di media semisal koran, tabloid, majalah atau berselancar di dunia maya dan mencari info di media sosial seperti Instagram, Twitter atau Facebook.

Melakoni foto prewedding bisa dibilang sudah menjadi sebuat tradisi bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Namun, pernahkah terpikirkan tradisi ini berasal dan siapa pencetusnya serta kapan mulai populer hingga menjadi tradisi seperti di era saat ini.

Untuk menjawa rasa penasaran, terkhsusus bagi yang kalian yang ingin tahu soal asal mula tradisi foto prewedding, berikut ada beberapa penjelasan mengenai hal tersebut. Dari mana sebetulnya tradisi foto prewedding berasal? Sekarang belum ada pustaka khusus yang mengulas secara rinci sejarah munculnya prewedding photography, informasi dari internet pun tidak cukup banyak, bahkan bisa dibilang amat minim.Foto prewedding diawali tatkala industri fotografi berkembang pesat di China atau Tiongkok setelah terbukanya sistem Ekonomi China di tahun 90-an, dimana mereka menjadi sedikit lebih kapitalis, padahal sebelumnya sangat komunis.

China, kala itu, kebanjiran produk elektronik dari negara-negara Asia yang sudah berkembang, Jepang, Taiwan serta Korea Selatan. Hal itu membuat investor-investor berlomba-lomba membuat pabrik elektronik di Negeri Tirai Bambu, julukan negara China, lantaran biaya produksi yang cukup murah, terutama izin usaha serta birokrasi.

Di saat bersamaan, di wilayah Asia Timur tengah gencar dengan penayangan opera sabun alias sinetron dengan genre percintaan macam Meteor Garden, yang dibintangi oleh boyband kondang, F4. Sebagai bahan promosi acara itu, ditampilkanlah poster dengan pose mesra pasangan. Kala itu, hasil foto masih menggunakan pengolahan sederhana, tidak seperti sekarang dan dengan olahan warna terang khas Asia. Properti sederhana pun jadi pilihan saat itu. Kurang lebih begitulah asal mula konsep foto prewedding 🙂

Konsep foto prewedding kemudian sangat berkembang di China. Tak ayal, bisnis prewedding photography menjadi bisnis yang menjamur. Mulai dari kalangan bawah hingga menengah mengguliti bisnis ini. Kala itu, bisa dibilang industri fotografi di China sudah layaknya produksi “Ban Berjalan”.

Saat itu, dalam satu studio foto terdapat banyak set dekorasi. Para pasangan yang akan melangsungkan pernikahan pun mengantri untuk menjalani sesi foto prewedding. Dari sana, prospek bisnis anyar bernama Prewedding Photography, mulai berkembang di Jepang, Hongkong, sampai akhirnya menyentuh negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia.

Tidak jelas siapa orang yang pertama kali mencetuskan konsep foto prewedding. Akan tetapi, diyakini ide pemotretan foto prewedding pada awalnya digunakan oleh kalangan high class atau kelas atas. Tujuan mereka mungkin ingin pesta pernikahan mereka dihelat layaknya sebuah acara pemutaran perdana film atau premiere film, yang bertaburan foto serta meriah.

Bagi Anda calon pengantin yang bermaksud menjalani pemotretan foto prewedding sebelum resmi menjadi suami istri, segara cari informasi seputar penyedia jasa fotografi prewedding. Pilih dengan teliti, pilih yang menawarkan harga murah, namun berkualitas. Jika salah menjatuhkan pilihan, bisa membuat foto prewedding kalian menjadi tidak berkesan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s