Tantangan Dalam Foto Pernikahan

Butuh waktu berbulan – bulan bahkan satu tahun untuk mempersiapkan persiapan pernikahan dari mulai dekorasi, cathering, gedung, undangan, daftar undangan dan dana itu semua tentu saja membuat calon pengantin bahkan keluarga mersakan pusing tujuh keliling. Tetapi itu bukan alasan untuk kalian untuk fokus dalam mengabadikan hari bahagia kalian lewat fotografi pernikahan.

Pernikahan adalah moment penting dan akan dialami seumur hidup sekali oleh setiap pasangan jadi sangat pantas apabila kalian memilih segala hal yang terbaik. Karena tanpa disadari oleh banyak calon mempelai, ada 10 hal yang bisa membuat foto pernikahan mereka yang seharusnya bisa sempurna tetapi berubah tidak memuasakan/ tidak sesuai dengan keinginan.

www.thepotomoto.com

Tak jeli memilih fotografer
Sebelum memutuskan siapa fotografer pernikahan yang beruntung mengabadikan mempelai cantik seperti kamu, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk bukan hanya melihat-lihat, tapi juga mengamati portfolio mereka. Jika fotografer pernikahan tanpa pengalaman dan keahlian yang baik yang kalian pilih untuk menghemat dana, bersiap-siaplah menanggung risikonya. Jika vendor foto pernikahan yang sedang kalian incar tak bersedia memberi keleluasaan untuk memilih fotografer yang kalian yakini kemampuannya sebaiknya kalian mencari fotografer pernikahan lainnya.

Kurang kesempatan untuk bertukar pikiran
Kalian pasti tahu, segala sesuatu yang direncanakan dengan baik tentu akan menghasilkan sesuatu yang jauh lebih baik juga. Untuk itu, usahakan menyediakan waktu untuk bertukar pikiran dengan fotografer pernikahan yang kalian pilih. Jangan ragu mengungkapkan apa pun yang kalian harapkan dari fotografer pernikahan. Satu minggu sebelum Hari H, ingatkan kembali si fotografer pernikahan tentang rencana yang sudah dibicarakan sebelumnya. Jika kalian punya permintaan yang lebih spesifik, ide-ide lain untuk diwujudkan, atau hal-hal apa yang justru jangan sampai masuk ke dalam foto pernikahan kalian, ungkapkan saja terutama sangat penting karena ada wilayah tempat ibadah yang tidak boleh di foto.

Tak ada photo “wish list”
Pernah punya mimpi berfoto romantis dia atas bukit, di tengah ladang/persawahan? Atau di tengah hiruk-pikuk lalu lintas kota besar? Tunjukkan gambar-gambar yang ada di majalah, foto-foto lama, atau gambar visual lain yang bisa membantu si fotografer pernikahan untuk menangkap dan menerjemahkan harapan kalian. Nah, sejak kalian mengungkapkan apa yang kalian inginkan, maka si fotografer pernikahan berkewajiban mengabulkan harapan kalian.

Hanya mengabadikan pose atau acara tertentu
Setiap album foto pernikahan pasti memiliki foto-foto dengan pose formal atau acara-acara resmi dari sebuah pesta pernikahan. Tapi Anda tak harus berhenti dan menyamakan foto pernikahan kalian dengan milik mempelai lain.  Miliki foto-foto saat kalian dengan melakukan aktivitas santai seperti berdansa, ngobrol dengan tamu-tamu undangan, atau sekadar bertukar pandang dengan si dia di pelaminan. Momen-momen santai dan sederhana, tapi tak kalah berartinya.

Waktu yang kurang tepat
Matahari bersinar cerah, langit biru memukau mata. Kalian mungkin berpikir ini saat yang tepat untuk berfoto. Mmm, tolong dipikir lagi. Matahari yang bersinar terik menciptakan bayangan  yang keras dan tajam pada wajah. Dan ini, akan menghasilkan foto pernikahan yang buruk. Bersabarlah hingga matahari sore muncul.

Tampil berkeringat dan berminyak difoto
Siapa pun tahu, berdiri berdampingan cukup lama dengan mengenakan busana pengantin akan meningkatkan temperatur badan. Tapi jangan sampai kulit wajah berminyak plus keringat (terutama di area ketiak) memorakporandakan penampilan istimewa kalian. Sediakan bala bantuan berupa bedak, deodoran, dan handuk kecil sebagai penyelamat penampilan kalian.

Banyak rencana, sedikit waktu
Butuh banyak waktu untuk mengabadikan foto seluruh anggota keluarga, tiba di beberapa lokasi foto berbeda dan mendapatkan foto pernikahan terbaik kalian. Permudah hidup kalian dan berbaik hatilah pada fotografer pernikahan dengan memberinya cukup waktu. Atur agar foto-foto keluarga didahulukan. Mulai dengan anak-anak kecil dan orang-orang tua. Berikutnya, berfoto dengan para keluarga dan teman. Terakhir (saat para tamu sudah mulai lebih berkonstrasi pada menu prasmanan di meja), sediakan waktu untuk berfoto berdua.

Salah posisi, salah pose
Setelah beberapa foto, mungkin para tamu dan kalian mati gaya. Pada momen-momen berbahaya seperti inilah penting bahwa fotografer pernikahan bisa menjaga suasana agar tetap hidup, membuat kalian dan para tamu tetap fokus, fotogenik, dan di atas segalanya, tetap nyaman.

Kehilangan momen-momen kecil nan spesial
Ada beberapa prosesi dalam sebuah pesta pernikahan seperti ciuman pertama si pengantin, dansa pertama antara si mempelai perempuan dengan ayahnya, pemotongan kue, dan pelemparan buket bunga. Tapi, seringkali momen-momen sederhana (tapi tak kalah mengharukan) seperti senyum malu-malu si gadis cilik pembawa bunga, air mata bahagia dari sahabat, dan bahkan kerling mesra si dia terlupakan.

Berhenti memotret justru di jam yang tepat
Banyak pasangan pengantin memutuskan bahwa pukul 21.00 adalah saat yang pas untuk mengakhiri acara. Begitu juga dengan aktivitas potret-memotret. Cobalah menjadi pengantin yang berbeda karena justru di jam-jam setelah pukul 21.00, momen-momen istimewa muncul tak terduga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s