Foto Pengantin di Hari Pernikahan

Memotret pengantin berdua itu susah – susah gampang..alasanya mungkin malu berpose di depan para tamu undangan atau bahkan karena statusnya yang sudah menjadi suami istri justru terkadang membuat mereka canggung πŸ™‚

Kalau pengantinnya cuek dan memang pada dasarnya narsis fotografer pernikahan pasti akan mudah mengarahkan gaya kepada mereka tetapi yang paling tidak enak itu, jika pengantinnya kebalikannya. Senyum pun serasa terpaksa. Diminta pose begini atau begitu sulitnya minta ampun. Kadang mereka merasa tidak percaya diri (PeDe) atau malu kalau sudah lihat kamera.

Di dalam artikel ini akan membahas bagaimana menghadapi situasi apapun agar memotret pengantin berdua tetap mendapatkan hasil yang maksimal.

www.thepotomoto.com

www.thepotomoto.com

www.thepotomoto.com

1. Langkah awalnya, fotografer pernikahan harus mengenalkan diri, melakukan pendekatan, dan ngobrol sebelum acara dimulai atau disela-sela acara berjalan asalkan tidak mengganggu jalannya acara. Point plus dari sesi foto prewedding juga salah satunya untuk mengakrabkan diri antar fotografer pernikahan dan calon pengantin tetapi apabila memang sesi foto prewedding tidak dibutuhkan bisa menjalin komunikasi via bbm, whatsapp/ lainnya. Yakinlah, bahwa tidak ada pasangan pengantin dan keluarganya yang tidak enak komunikasinya. Tanamkan dalam diri kita selaku fotografer pernikahan supaya langkah selanjutnya kita terasa mudah.

2. Fotografer pernikahan harus tau informasi penting mengenai pengantin yang akan di potret. Pengantin yang agak sulit di foto pasti memiliki alasan mengapa mereka sulit di foto. Entah karena si pengantin wanita sedang menstruasi, tidak PeDe karena jerawatnya sedang bertumbuh subur, atau mungkin karena tidak percaya diri dengan beberapa bagian wajah atau tubuhnya yang dirasa kurang sempurna baginya. Kalau pengantin pria, memang rata-rata kaku dan tidak suka berpose di kamera. Tips-nya, dekati pengantin wanita, minta supaya pasangannya diajak berpose bersamanya.

3. Tidak jarang seorang fotografer pernikahan sering melihat pengantin berdua sulit berpose, berbagi senyum atau bahkan tertawa karena anggota keluarganya sudah tidak lengkap lagi, entah ibu atau bapak pengantin sudah meninggal salah satunya atau bahkan keduanya. Yang lebih berat lagi adalah, jika pernikahan mereka tidak mendapatkan restu seluruh keluarga besarnya. Ini sungguh-sungguh butuh kesabaran dan pengalaman untuk melakukan pendekatan ke mereka.

4. Mulailah dari diri seorang fotografer pernikahan itu sendiri. Kalau seorang fotografer pernikahan tidak mau tersenyum atau berbagi tawa dan kebahagiaaun bersama mereka, bagaimana klien atau pengantin yang akan difoto bisa bahagia?

Oh iya satu hal lagi. Ingat, pada hari pemotretan itu, sebenarnya antara fotografer pernikahan dan pengantin adalah saling membutuhkan. Sang fotografer butuh foto yang bagus dan menarik serta enak dilihat oleh siapapun yang melihatnya, pengantin juga sama kan? Nah, dekati dan ajaklah pasangan pengantin berdua untuk merealisasikannya bersama πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s